KEFADHOLAN SURAT AL FATIHAH

Februari 5, 2014

Image

Ada seorang merenung lalu bertanya, “Apa gerangan yang membuat Ali menjadi orang sehebat itu?.”
Ada yang nyeletuk, “Mengenai kemampuannya membobol pintu gerbang besar berat dengan satu tangan untuk digunakan sebagai perisai hingga Perang Khaibar usai, karena doa nabi untuk beliau yang masyhur itu.”

Yang lain berkata, “Bahkan berkat doa nabi itu dia takkan merasa panas di musim panas, meskipun berbaju tebal, tidak merasa dingin di musim dingin meskipun bajunya tipis. Baca Ibnu Majah.”

Akang tak mau ketinggalan bicara, “Bahkan karena doa itu, pedang tajam yang telah dimandikan dengan seribu racun lalu ditebaskan untuk memotong sisi kening hingga ujung kepalanya, hingga darah dan sebagian otaknya tumpah, tak membuat ia wafat. Sepuluh hari setelah itu baru wafat karena emosinya meledak-ledak. Baca Thabarani fil Kabir.”

Yu Sane bertanya, “Apa ada amalan Ali yang luar biasa.”
Liti menjawab, “Allahu a’lam,

Yang pasti dalam Kanzul Umal ditulis:
5056- عن علي قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” إن فاتحة الكتاب وآية الكرسي والآيتين من آل عمران {شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ} و {قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ} إلى {وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} معلقات بالعرش ما بينهن وبين الله حجاب، قلن تهبطنا إلى أرضك؟ وإلى من يعصيك؟ فقال الله عز وجل: حلفت لا يقرأكن أحد من عبادي دبر كل صلاة إلا جعلت الجنة مثواه على ما كان منه، وإلا أسكنته حظيرة القدس، وإلا نظرت إليه بعيني المكنونة كل يوم سبعين نظرة وإلا قضيت له كل يوم سبعين حاجة، أدناها المغفرة، وإلا عذته من كل عدو، ونصرته منه”
Artinya:
Dari Ali, “Rasulullah SAW pernah bersabda ‘sesungguhnya fatichah kitab dan ayat kursi dan dua ayat dari surat Ali Imran: شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (18) إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (19),
dan: قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27), digantungkan pada arasy. Tidak ada tabir penghalang antara ayat-ayat itu dengan Allah. Ayat-ayat itu berkata ‘Tuhan menurunkan saya pada bumi Tuhan dan pada orang-orang yang maksiat pada Tuhan?’. Allah azza wa jalla berfirman ‘Aku telah bersumpah, tak seorangpun hamba-Ku membaca kalian setelah shalat kecuali pasti:
·         Aku menjadikan surga sebagai tempat tinggalnya.
·         Aku tempatkan pada Chadlirotal-Quds (tempat istimewa di surga).
·         Kupandang 70 X dengan Mata-Ku yang maknunah (المكنونة)[1].
·         Setiap hari Kukodar 70 hajat untuknya, minimal ampunan.
·         Kulindungi dari semua musuhnya’.”
[1] Maknunah bisa diartikan menyejukkan.

semoga bermanfaat,

qqbaihaqie

sumber :http://mulya-abadi.blogspot.com/2011/06/amalan-ali-ra.html